Jumat, 22 Januari 2010

Personal Favourite

This is one of my personal favourite patterns of batik i encounter in Madura. Karjagad, i read it once; derived from two words 'kart' in dutch means 'chart' or map, and jagad , of course rooted in sanskrit that means universe, the two combined into one meaning of the map of the universe. Popularized now as "sekarjagad" or Bunga Semesta" it usually contains two major elements : the first elements are variety of patterns that puzzle-squeezed each other to make random composition ,and the second one is usually garlands or flowery branches that double standing as border between blocks of patterns. And sometimes it appears with third pattern that usually depicting bird-of-paradise or local 'phoenix' pattern. This Karjagad/Sekarjagad particularly different from the neat-and-well-ordered tumpal/tambal pattern in central java (not to be confused with tumpal in sarong). If anyone interesting in its philosophy, this patterns originally didn't intended to carry such concept but decorative pattern, but now it is known as batik for 'great personality & high dignity". On why exactly this particular pattern attracts my attention? i couldn't analyze it, but maybe because i saw something economic yet very beautiful in this 'chaotic and random' composition. In one piece of fabric you'll get almost every basic patterns imaginable, sort of 'tutty-frutty' of batik world, yet it's elegance is undisputed since the ones i like the most are those done with tradition brown 'sogan' , the warm earth tone that evokes simple and dignified world of batik that it once belong.

Rabu, 16 Desember 2009

The Muse

Last week i'd delivered few of my merchandise to kemang Village Annual Christmas Bazaar, and we met this fabulous lady that gave me tons of tips for my batik and ladies bag (we're actually needed it, because like you said, we're not the one using it we're all guys). Lots of fun meeting batik lover there, but kind of sad because i saw there that most of the people knowing enough about batik was eventually foreigners that care about our culture. But i think that's for another chapter. Here i post the pic of our fabulous lady with the bag of her choice. Dear Milady, thank you for your support and "you know we adore you". thanks.

Senin, 19 Oktober 2009

Smooth As Silk 4

Blue Mystique, itu yang terkesan pada saat lembar Kain Batik Sutera Tulis Madura ini dibentangkan. Desainnya sangat unik karena menampilkan perpaduan dua pengaruh dominan di Batik Madura khususnya batik Tulis Pamekasan , yaitu klasik dan kontemporer, keduanya dalam satu bidang.
Layout desain keseluruhan pastilah kontemporer, dengan kotak-kotak bidang yang diisi dengan pattern modern, bahkan bisa terkesan 'primitive pattern' karena dapat mengingatkan kepada pola berulang dari kalimantan (saat ini banyak batik madura yang menggunakan / incorporated desain dayak di pola isen-isennya).
Warna yang dipilih juga menunjang kesan ini. Berbagai nuansa biru dan sentuhan hijau dan keseluruhan nuansa gelap ditambah dengan penggunaan 'high gloss' silk satin yang amat berkilau.
Nah,pola tradisional diwakili oleh sepasang burung kahyangan (bird of paradise) yang bisa diinterpretasikan sebagai cenderawasih atau phoenix di sisi kanan dan kiri, menjadikan batik sutera tulis madura ini menarik untuk mereka yang masih menyukai sesuatu yang bernuansa tradisional.

Smooth As Silk 3

Batik Tulis Sutera Madura dengan nuansa hijau ini semakin terlihat "mistis" apabila terkembang di pantai selatan (apa hayoo).
Terdiri dari 3 potong dalam satu set-nya, dikenal dengan istilah "sarimbit" yaitu paket batik untuk pasangan. Biasanya terdiri dari bahan atasan/kemeja pria , satu bahan sarung/bawahan wanita dan satu selendang. Ketiganya dibatik dengan motif atau nuansa yang serupa sehingga seperti "kembaran".

Smooth As Silk 2

Batik Sutera Madura telah mengalami perubahan yang pesat sehubungan dengan pengaruh luar yang diserap oleh pengrajin dan artisan batik lokal. Salah satunya adalah selera internasional. Artist-Designer yang dirasa turut serta membentuk pola perkembangan batik madura menjadi kontemporer adalah desainer Italia "Milo" yang kamu bisa lihat karyanya di Butik Miro di Kuta Square, Bali. Beberapa piece batik yang dijual atau dipajang di sana adalah karya pebatik Pamekasan.
Seperti si coklat ini, Batik Sutera Madura yang sudah kurang "madura" namun justru dengan perkembangan seperti ini, industri menjadi dinamis karena mengundang konsumen-konsumen baru menyuka batik dari generasi yang lebih muda.