Tampilkan postingan dengan label batik podhek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batik podhek. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Desember 2014

The Finer Thing

Happy new year guys!!


New year brings up the new resolution, to have better everything in our life. 
Well, something certainly getting better and better all the time. One community i supported, Komunitas Pembatik Podhek Pamekasan under tutelage of Bang Rusydi Bawazir is exploring the Pamekasan's possibility to nearing/equal the batik quality produced by the legendary Oey SOe Tjoen of Kedungwuni . 
Of course this is no simple matter , as for so long the skill that had once there , had gradually dissappeared due to the low demand of fine-quality Pamekasan Batik production. Batik Pamekasan, well, Madura in general, always suffer with "cheap & garish" stigma, something hold true fact until today. But once in the past there were tradition to produce high-quality batik for local & outside Madurese-community. 
And this legacy that Bang Rusydi wants to put into reality. again. 
Look at this my latest acquisition. 
Produced by Udin , 28 year (and friends , automatically, since batiking isn't solo creation) with reference of famous buketan motif from Peranakan-Dutch origin.  
The technique was superb,all in hand-drawn process, and faithfull to the old tradition of deep-dipping-only coloring process (note : this process is time-consuming and costly, since every colors appears in the batik means that they have to be created from dipping process, not some much cheaper-over-brush process popular today)







Minggu, 20 April 2014

Few Steps Closer : Pamekasan's Journey into Perfection

Now this is my posting @ my FB Pages

Oleh-oleh perjalanan ke Desa Podhek Pamekasan seminggu lalu, bersama Mbak Niyah, Bang Rusydi dan Mbak Myshat Andaya , menemui rekan-rekan pengrajin.
Untuk saya yang sudah berkali-kali berkunjung, tidak ada ekspektasi khusus selain bertemu teman-teman dan melihat karya mereka yang terakhir. Tetapi ada satu "kejutan" yang disimpan Bang Rusydi dan Teamnya untuk kami : masterpiece dalam proses kelahirannya.
Sering kami berbincang bahwa pencapaian yang ingin diraih adalah melahirkan "real" batik halus di bumi Pamekasan. Sehalus apa ? : bagi rekan-rekan pecinta wastra (batik) sudah tidak usah ditanya lagi. Hanya satu tolok ukur kehalusan saat ini : The real masterpiece of OST.
Cecekan halus OST klasik ini yang akhirnya ; saya rasa ; berhasil didekati oleh Bang Rusydi dan Team-nya. Belum bisa dikatakan sudah berhasil karena batik ini (semua yang ada di album ini berasal dari satu lembar batik) dimaksudkan untuk menjadi multi-colors, bukan biron. Tapi (meminjam teman whatsapp saya yang kemaren saya forwardkan gambar-gambar ini) biron-nya-pun sudah menggetarkan sukma.
Tidak ada 'roh pamekasan' di sini? Engga masalah, karena kita sedang me-redifinisi-kan identitas Pamekasan (seperti kata Bang Rusydi dulu : saya bertujuan membuat batik halus, bukan yang 'lain-lain').
Buat rekan-rekan pecinta batik, titip doa ya biar si bakal 'supermodel' ini bisa lahir dengan selamat, karena ;tahu sendiri khan; masih panjang, jalan si Biron ini menjadi batik masterpiece tonggak sejarah peningkatan kualitas Bapk Pamekasan.